Tragedi Ambruknya Ponpes Al Khozinyz Sidoarjo: Begini Tindakan Pemerintah
Pondok Pesantren Al Khoziny terletak di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Pesantren ini dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam yang cukup besar dan berpengaruh di wilayah tersebut. Selain pendidikan agama, Al Khoziny juga menyelenggarakan pendidikan formal dan memiliki fasilitas asrama untuk ribuan santri dari berbagai daerah.
Pada Senin, 29 September 2025 sekitar pukul 15.00 WIB, bangunan musala di lantai dua kompleks asrama putra Ponpes Al Khoziny ambruk saat para santri sedang melaksanakan salat Asar berjamaah. Bangunan tersebut diketahui sedang dalam tahap renovasi, dan proses pengecoran lantai empat diduga menjadi pemicu runtuhnya struktur.
Hingga 1 Oktober 2025, tercatat total korban terdampak sebanyak 100 orang, dengan korban meninggal dunia 3 orang. Para korban dirawat di lima rumah sakit: RSUD RT Notopuro, RS Siti Hajjar, RS Delta Surya, RS Sheila Medika, dan RS Unair
Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama BNPB, BPBD, Basarnas, TNI/Polri, dan relawan telah mengerahkan lebih dari 330 personel untuk evakuasi dan penanganan darurat. Sekretaris Daerah Jatim, Adhy Karyono, menyatakan bahwa proses evakuasi sangat kompleks karena kolom beton menutup akses ke lokasi korban.
Posko gabungan telah didirikan untuk mendata korban dan mengkoordinasikan informasi kepada keluarga santri. Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak berkerumun di lokasi demi kelancaran proses evakuasi.
BNPB menyebut insiden ini sebagai bencana kegagalan teknologi, dan menekankan pentingnya pengawasan konstruksi yang ketat dalam pembangunan gedung bertingkat.
Tragedi ini memicu gelombang empati dan keprihatinan dari masyarakat luas. Media sosial dipenuhi doa dan dukungan untuk para korban dan keluarga. Banyak pihak mempertanyakan standar keselamatan konstruksi di lingkungan pendidikan, terutama pesantren yang sedang berkembang pesat.
Beberapa tokoh publik dan anggota DPR menyuarakan perlunya audit bangunan pesantren secara nasional agar kejadian serupa tidak terulang.
